Pengertian Reksadana, Jenis, dan Manfaat Memilikinya

Pengertian Reksadana, Jenis, dan Manfaat Memilikinya

Di kehidupan sehari-hari kita tentu pernah mendengar istilah Reksadana. Walaupun terdengar masih asing, istilah ini sudah mulai banyak diketahui dan dilakukan oleh masyarakat. Banyak jenis reksadana yang ada di Indonesia dan di artikel ini akan dijelaskan secara lengkap apa itu reksadana.

Dalam reksadana, uang atau dana akan dikelola oleh Manajer Investasi menjadi portofolio investasi bisa berbentuk saham, pasar uang atau obligasi. Selengkapnya silakan simak uraian dibawah ini.

Pengertian Reksadana

Reksadna adalah bagian dari alternatif investasi yang dananya bersumber dari investor atau pemilik uang dalam bentuk instrumen-instrumen investasi di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana.

Dana yang berasal dari investor tersebut nanti akan dikelola oleh Manajer Investasi kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio investasi. Bisa berupa saham, obligasi, pasar uang atau bursa efek.

Jenis-Jenis Reksadana

Pengertian Reksadana, Jenis, dan Manfaat Memilikinya
Reksadana via Pexels.com

Reksadana mempunyai beberapa jenis yang sebaiknya diketahui bagi kita yang ingin berinvestasi di bidang ini. Tentu saja jenis reksadana ini mempunyai risiko dan jangka waktu yang berbeda.

1. Reksadana Saham

Reksadana saham adalah jenis investasi reksadana yang ditujukan untuk orang yang sudah tau dengan investasi dalam bentuk portofolio. Portofolio yang dikeloka adalah dalam bentuk saham.

Investasi ini mempunyai risiko yang besar dengan peluang keuntungan yang besar pula. Namun untuk jangka waktu yang pendek keuntungan yang diperoleh hanya sedikit. Bahkan cenderung merugi. Di blog berekonomi.com pembahasan tentang reksadana dan materi ekonomiĀ  akan dibahas secara lengkap dan detail.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Adalah investasi reksadana dalam bentuk efek hutang. Melalui investasi ini, investor akan mendapatkan penghasilan dengan nominal yang tetap di setiap waktu periode yang sudah ditentukan.

Jenis reksadana ini sangat tepat untuk orang yang masih awam atau pemula dalam bidang investasi reksadana. Karena bagi pemula tentu saja memikirkan risiko peluang kerugian yang lebih kecil dibandingkan dengan reksadana saham.

Sehingga dengan seperti itu, keuntungan yang diperoleh investor dari reksadana jenis ini juga lebih kecil.

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah gabungan dari reksadana tetap dan reksadana saham. Investasi yang dijalankan adalah dalam bentuk efek hutang dan juga efek ekuitas.

Reksadana ini merupakan salah satu alternatif untuk berinvestasdi di dunia bursa efek. Peluang keuntungan menjalankan investasi ini adalah lebih besar daripada reksadana tetap.

Namun apabila disejajarkan dengan reksadana saham, maka akan lebih sedikit keuntungan yang diperoleh. Adapun risiko yang akan ditanggung jika melakukan investasi reksadana campuran tentu saja lebih kecil dari reksadana saham.

4. Reksadana Pasar Uang

Untuk pemula yang ingin segera mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat bisa melakukan investasi di reksadana pasar uang. Karena ini adalah investasi jangka pendek, yaitu kurang dari 1 tahun.

Namun, jika dilihat dari segi jangka waktu ini adalah jenis investasi yang sangat pendek. Adapun produk dari reksadana ini adalah seperti deposito.

Dari beberapa jenis reksadana yang sudah dibahas diatas, maka tingkat risiko investasi ini adalah paling kecil.

Risiko yang rendah ini berbanding lurus dengan perolehan yang akan diterima oleh investor, yang mana keuntungan yang didapat tidak besar.

5. Reksadana Index

Jenis reksadana index adalah investasi yang pengelolaanya secara pasif. Artinya pengelolaan investasi jenis ini tidak diikutsertakan dalam jual beli di dalam bursa.

Sehingga keuntungan atau kerugian yang bisa diperoleh oleh para investor akan sama dengan index yang selisihnya kecil.

6. Reksadana Terproteksi

Adalah jenis reksadana yang nilai penting investasi didalamnya terlindungi jika dicairkan di jangka waktu yang sudah ditentukan ketika perjanjian.

Terlindunginya nilai pokok investasi ini menjadikan nilainya tidak mengalami kemerosotan. Untuk jangka waktu dari reksadana jenis ini biasanya antara tiga hingga lima tahun.

Maka ketika investor mencairkan sebelum periode perjanjian akan sangat rugi karena reksadana ini tidak membuat nilai pokok dari awal investasi sama dengan di akhir periode investasi.

Manfaat Reksadana

Reksadana mempunyai manfaat yang membuatnya bisa dijadikan sebagai alternatif untuk berinvestasi, antara lain sebagai berikut:

  1. Dikelola oleh Manajemen Profesional
  2. Diversifikasi investasi
  3. Transparasi informasi
  4. Likuiditas tinggi
  5. Biaya rendah

Demikian uraian lengkap tentang reksadana. Semoga bisa memberikan wawasan untuk kita yang ingin terjun ke dunia investasi jenis reksadana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *